Minggu, 23 Oktober 2011

PENJUALAN AKTIVA TETAP

           Penjualan aktiva tetap mungkin saja terjadi, tetapi penjualan yang demikian bersifat insidentil, misalnya karena aktiva sudah tidak dapat dipergunakan lagi atau karena aktiva tetap perlu diganti dengan jenis yang lebih baik dan modern. Apabila suatu aktiva tetap dijual, maka rekening aktiva tetap yang dijual harus dikredit dan Akumulasi aktiva tetap yang bersangkutan harus didebit. hendaknya diperhatikan bahwa akumulasi depresiaisi harus diperhitungkan sampai dengan tanggal penjualan aktiva tersebut.

Rugi atau laba penjualan aktiva tetap dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :

Harga jual aktiva tetap.............................................Rp. xx
Harga perolehan aktiva tetap................Rp.xx
Akumulasi depresiasi............................Rp.xx
        Nilai buku aktiva tetap yang dijual....................Rp. xx
        Rugi atau laba penjualan aktiva tetap................Rp. xx

Jurnal untuk mencatat transaksi aktiva tetap adalah sebagai berikut :

a) jika penjualan aktiva tetap tersebut menimbulkan suatu  kerugian :

     Kas................................................Rp.xx
     Akumulasi depresiasi gedung...........Rp.xx
     Rugi penjualan gedung.....................Rp.xx
                 Gedung.........................................................Rp. xx
b) jika penjulan aktiva tetap tersebut menimbulkan keuntungan :
    Kas.................................................Rp.xx
    Akumulasi depresiasi gedung............Rp.xx
                 Gedung..........................................................Rp. xx
                 Laba penjualan gedung...................................Rp. xx

Contoh 1,

PT. Kirana memiliki sebuah gedung yang dibeli pada tanggal 1 Januari 2001 dengan harga Rp. 5.000.000,-umur gedung ditaksir 10 tahun dan nilai residu ditaksir Rp. 500.000,-.Methode depresiasi yang digunakan adalah methode garis lurus .Pada tanggal 1 Januari 2005 gedung dijual dengan harga Rp. 3.500.000,-

Perhitungan :

Harga penjualan gedung.............................................................Rp. 3.500.000,-
Harga perolehan gedung.....................................Rp. 5.000.000,-
Akumulasi depresiasi gedung s/d 1 januari 2005..Rp. 1.800.000,-

Nilai buku gedung per 1 Januari 2005.........................................(Rp.3.200.000,)
Laba penjualan gedung................................................................Rp.   300.000,-

Jurnal yang diperlukan :

1/1/2005
             Kas............................................Rp.3.500.000,-
             Akumulasi depresiasi gedung......Rp. 1.800.000,-
                      Gedung......................................................Rp. 5.000.000,-
                       Laba penjualan gedung..............................Rp.    300.000,-

Contoh 2,

CV. MANDIKA memiliki sebuah mesin yang dibeli pada tanggal 1 April 2002 dengan harga Rp.3.500.000,-umur mesin ditaksir 5 tahun dan nilai residu ditaksir Rp.500.000,-Methode depresiasi yang digunakan adalah methode angka-angka tahun. Pada tanggal 1 Juli 2005 mesin tersebut dijual dengan harga Rp. 1.500.000,-

Perhitungan:

Perhitungan depresiasi tahunan mesin adalah sebagai berikut :

Jumlah angka-angka tahun = 5+4+3+2+1 = 15

Penyusutan tahun ke 1
5/15 x ( Rp. 3.500.000 - Rp. 500.000 ) = Rp. 1.000.000,-

Penyusutan tahun ke 2
4/15 x ( Rp. 3.500.000 - Rp. 500.000 ) = Rp.  800.000,-

Penyusutan tahun ke 3
3/15 x ( Rp. 3.500.000 - Rp. 500.000 ) = Rp. 600.000,-

Penyusutan tahun ke 2
2/15 x ( Rp. 3.500.000 - Rp. 500.000 ) = Rp. 400.000,-

Penyusutan tahun ke 1
1/15 x ( Rp. 3.500.000 - Rp. 500.000 ) = Rp. 200.000,-

Atas dasar perhitungan tersebut maka Akumulasi depresiasi s/d tanggal 1 September 2007 adalah sebagai berikut :

Beban depresiasi tahun 2002
9/12 x Rp. 1.000.000                                    = Rp.   750.000,-

Beban depresiasi tahun 2003
3/12 x Rp. 1.000.000 + 9/12 x Rp. 800.000  = Rp.   850.000,-

Beban depresiasi tahun 2004
3/12 x Rp.800.000 + 9/12 x Rp. 600.000      = Rp.   650.000,-

Beban depresiasi tahun 2005
3/12 x Rp. 600.000 = 9/12 x Rp. 400.000     = Rp.   250.000,-
Jumlah akumulasi depresiasi s/d 1 Juli 2005    = Rp.2.500.000,-

Dari perhitungan depresiasi tersebut, maka jumlah depresiasi yang telah dibebankan sebagai biaya adalah :

Tahun 2002..................................Rp. 750.000,-(jurnal penyesuaian tanggal 31/12/2002)
Tahun 2003..................................Rp. 850.000,-(jurnal penyesuaian tanggal 31/12/2003)
Tahun 2004..................................Rp. 650.000,-(jurnal penyesuaian tanggal 31/12/2004)

           Adapun depresiasi tahun 2005 belum dicatat dalam pembukuan karena seandainya tidak jual maka jurnal penyesuaian untuk mencatat depresiasi tahun 2005 baru akan dicatat pada tanggal 31 Desember 2005.Oleh karena pada tanggal 1 Juli 2005 mesin dijual maka perlu dicatat depresiasi tahun 2005 selama 6 bulan ( 1 januari s/d 30 juni 2005 ).

Perhitungan :

Hasil penjualan mesin.....................................................Rp.1.500.000,-
Harga perolehan mesin.............................Rp.3.500.000
Akumulasi depresiasi mesin s/d 1/7/2005..Rp.2.500.000
Nilai buku mesin per 1 Juli 2005....................................(Rp.1.000.000,-)
     Laba penjualan mesin...............................................Rp.   500.000,-

Jurnal yang diperlukan :

1/7/2005
              Kas........................................Rp.1.500.000,-
              Akumulasi depresiasi mesin.....Rp.2.500.000,-
                         Mesin...................................................Rp. 3.500.000,-
                         Laba penjualan mesin............................Rp.    500.000,-

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar